www.latina-lingua.20m.com

Home Grammatica Substantivum Verbum Pronomina



KATA KERJA atau VERBUM

 

Dalam kalimat Latin harus ada kata kerja yang ditasrifkan, artinya pada kata kerja harus tampak:

1.      Subiectum (pokok) kalimat, yaitu saya, engkau, ia, kami, kamu mereka, dsb.

2.      Tempus (waktu) terjadinya kalimat, yaitu pada waktu sekarang, dahulu, atau pada waktu yang akan datang.

3.      Genus kalimat, yaitu kalimat aktif atau pasif.

4.      Modus kalimat, yaitu kalimat perintahu, berita, ajakan, dsb.

 

SUBIECTUM : perhatikan bahwa kata ganti orang (pronominal personalia) hanya dilatinkan, jika perlu supaya isi kalimat jelas, dan untuk memberi tekanan atau mengemukakan pertentangan; pada umumnya subiectum kalimat cukup dijelaskan dengan akhiran kata kerja yang ditasrifkan.

TEMPUS:           pemakaian tempus ada dua hal:

  1. waktu terjadinya kata kerja, yaitu sekarang atau nanti atau tadi
  2. apakah kejadiannya sedang terjadi atau sudah selesai.

 

Ada tiga waktu untuk menggambarkan yang sedang terjadi menurut saat terjadinya, dan ada tiga waktu untuk meggambarkan terjadinya yang telah selesai.

Perhatian: Tempora Durativa digunakan untuk menggambarkan kata kerja yang sedang dilakukan, yaitu:

-         praesens : untuk kata kerja yang sedang terjadi pada saat sekarang

-         inperfectum : untuk kata kerja yang sedang terjadi pada saat yang lampau

-         futurum : untuk kata kerja yang sedang terjadi pada saat yang akan dating.

 

Tempora perfectiva digunakan untuk menggambarkan kata kerja yang tidak berlaku lagi, karena pekerjaannya telah selesai, yaitu:

-         perfectum : untuk kata kerja yang pekerjaannya selesai pada saat sekarang

-         plusquamperfectum : untuk kata kerja yang pekerjaannya selesai pada saat yang lampau

-         futurum exactum : untuk kata kerja yang pekerjaannya selesai pada saat yang akan dating.

 

MODUS: -  Impertivus menyatakan kalimat perintah

                -  Indicativus menyatakan kalimat berita

                -  Coniunctivus menyatakan kalimat ajakan, dsb.

 

Setiap kata kerja Latin mempunyai beberapa bentuk yang digunakan secara sub menystantivum (kata benda) atau secara adiectivum (kata sifat), yaitu:

INFINITIVUS : kata kerja dipakai secara substantivum yang menjadi subiectum atau obiectum kalimat. Infinitvus tidak menyatakan siapa yang menjadi subiectum, hanya menyatakan tempus dan genus. Menurut akhiran infinitives praesentis semua kata kerja Latin digolongkan menjadi CONIUGATIO.

CONIUGATIO golongan kata kerja yang akhiran tasrifnya sama. Ada empat golongan yang saling membedakan, yaitu:

Coniugatio    I  infin. praesentis berakhiran -ảre

Coniugatio   II  infin. praesentis berakhiran -ẻre

Coniugatio  III infin. praesentis berakhiran -ere

Coniugatio IV  infin. praesentis berakhiran -ỉre

 

GERUNDIUM : kata kerja dipakai secara substantivum dalam casus genetivus-dativus-accusativus-ablativus; digolongkan declination II bergenus neutrum.

SUPINUM : kata kerja dipakai secara substantivum yang tidak ditasrifkan; bentuknya tetap, yaitu berakhiran –um dan terkadang-kadang ­–u; genusnya tidak kelihatan.

GERUNDIVUM : kata kerja dipakai secara adiectivum, berakhiran –ndus-a-um , berarti harus di…. .

 

PARTICIPIUM : kata kerja dipakai secara substantivum atau adiectivum, yang berakhiran –ns, genet. –ntis, digolongkan Decl. III i, tetapi dalam casus ablat.singul seringkali berakhiran –e.

 

Cara menasrifkan kata kerja menurut tempora

 

Untuk tempora durative (praesens-imperfectum-futurum) akhiran diletakkan di belakang dasar praesentis. Dasar praesentis tampak jika akhiran -ảre, -ẻre, -ere, -ỉre dari infin praesentis dihapuskan; hanya participium dan coniunctivus futuri activi tidak dibentuk dengan dasar praesentis.

Untuk tempora perfectiva generis activi (perfectum-plusquamperfectum-futurum exactum) akhiran diletakkan di belakang dasar perfecti. Dasar perfecti tampak jika akhiran -ảre diganti -ẻre, diganti –ev,  -ỉre diganti –iv. Pada kata kerja yang tidak mengganti perfectumnya secara tadi, perfectum diterangkan dalam kamus dengan bentuk untuk orang pertama; kalau akhiran –i dari bentuk perfectum activi orang pertama itu dihapuskan, selalu tampaklah dasar perfecti; ump. misi dasar perfecti mis-.

Untuk tempora perfectiva generic passive dan participium dan coniunctivus futuri activi dipergunakan participium perfecti passivi + esse.

Participial perfecti passivi dibentuk dengan mengganti akhiran -ảre dijadikan -ảtus-a-um, -ẻre dijadikan -ẻtus-a-um, -ỉre dijadikan -ỉtus-a-um. Kalau perticipium tidak dibentuk secara tadi, participium itu diterangkan dalam kamus.

Jadi ada 3 bentuk yang harus diketahui untuk menasrifkan kata kerja menurut semua waktu, yaitu: infinitivus praesentis, perfectum activi untuk orang pertama, participium perfecti passive. Ketiga bentuk itu disebut BENTUK PANGKAL, yang harus diketahui untuk semua kata kerja.

Untuk kata kerja instimewa atau verba anomala (=kata kerja yang menyalahi peraturan-peraturan umum) bentuk pangkal harus dihapalkan dari kamus.

 

Catatan: mengenai memasifkan kalimat Latin.

 

Setiap kalimat Latin yang aktif dapat dipasifkan, kalau obiectum (pelengkap penderita) kalimat aktif itu dijadikan subiectum kalimat, jadi diberi casus nominativus dan kata kerja diberi bentuk pasif sesuai dengan subiectum baru. Subiectum dari kalimat aktif dalam kalimat pasif baru menjadi pelaku dan harus diberi casus ablativus dengan kata depan a(b), jika pelaku manusia.

Perhatian: dalam kalimat pasif bahasa Indonesia seringkali pelaku dinyatakan dengan awalan pada kata kerja, missal: kukasihi, kaukasihi, dikasihinya. Dalam bahasa Latin kata kerja tidak meyatakan pelaku, melainkan subiectum kalimat. Pelaku pada bentuk pasif dalam bahasa Latin selalu dinyatakan dengan ablativus kata ganti orang, yaitu:

 

      ku-                      a me                          ump.:       pater a me amatur : ayah kukasihi

      kau-                    a te                                           pater a te amatur : ayah kaukasihi

      di….nya              ab eo                                        pater ab eo amatur : ayah dikasihinya

      kami                    a nobis                                     pater a nobis amatur : ayah kami kasihi

      kamu                   a vobis                                     pater a vobis amatur : ayah kamu kasihi

      mereka                ab eis                                       pater ab eis amatur : ayah mereka kasihi