www.latina-lingua.20m.com

Home Grammatica Substantivum Verbum Pronomina



Ucapan

 

1. Huruf mati atau konsonan: diucapkan seperti dalam bahasa Indonesia, kecuali:

      C      diucapkan seperti k dalam kabar;

               Tetapi, di depan –ae; -oe;  -e; -i, C diucapkan seperti c dalam contoh .

      G      diucapkan seperti g dalam gunung;

               Tetapi, di depan –e; -i, G diucapkan seperti j dalam  jika.

      GN   diucapkan seperti ny dalam nyata;

      S       diucapkan seperti s dalam sepert;i

               Tetapi, di depan –ce; -ci, S diucapkan seperti sy dalam syarat.

      TI      diucapkan seperti ti dalam tidak;

               Tetapi, di depan huruf hidup (vocal), TI diucapkan seperti tsi dalam gratia (diucapkan gratsia).

 

Huruf hidup atau vocal diucapkan seperti dalam bahasa Indonesia. Tetapi ada vocal rangkap yang tidak ada dalam bahasa Indonesia, yaitu ae dan oe yang keduanya diucapkan seperti e  dalam kata lebar; misalnya, laetus (letus); poena (pena); caelum (celum).

 

2. Tekanan

            Tekanan diletakkan pada suku kata kedua dari akhir kata, jika suku kata itu mengandung vocal yang panjang. Kalau tekanan tidak dapat diberikan kepada suku kata yang kedua dari akhir kata, tekanan selalu diberikan kepada suku kata yang ketiga dari akhir kata. Jika kata terdiri atas dua suku kata, maka tekanan diberikan kepada suku kata kedua dari akhir kata; yang artinya tekanan diberi pada suku kata pertama.

Vokal yang diikuti oleh dua konsonan selalu diucapkan panjang.

Vocal yang diikuti vokal yang lain selalu diucapkan pendek.

 

 

ISTILAH-ISTILAH

 

adiectivum                    kata keadaan atau kata sifat

adverbium                    kata keterangan

casus                            akhiran yang menyatakan jabatan kata dalam suatu kalimat

genus                            jenis kata benda

                                    genus harus diketahui untuk menentukan tasrif kata keadaan (adiectivu), yang menerangkan kata benda

                                    ada 3 macam genus, yaitu: masculinum – feminimum – neturum

numerus                        jumlah; yaitu : numerus singularis (tunggal) dan numarus pluralis (jamak)

obiectum                      pelengkap penderita kata kerja dalam bahasa Latin

pluralis                          jamak; bentuk jamak harus digunakan jika jumlah kata benda lebih dari satu

praedicatum                  sebutan kalimat Latin

pronomen                     kata ganti

subiectum                     pokok kalimat Latin

substantivum                 kata bendau

singularis                       tunggal;  bentuk singularis harus dipakai jika jumlah kata benda hanya ada satu

verbum                         kata kerja