www.latina-lingua.20m.com
Ucapan
1. Huruf mati atau konsonan: diucapkan seperti dalam bahasa
C diucapkan seperti k dalam kabar;
Tetapi, di depan –ae; -oe; -e; -i, C diucapkan seperti c dalam contoh .
G diucapkan seperti g dalam gunung;
Tetapi, di depan –e; -i, G diucapkan seperti j dalam jika.
GN diucapkan seperti ny dalam nyata;
S diucapkan seperti s dalam sepert;i
Tetapi, di depan –ce; -ci, S diucapkan seperti sy dalam syarat.
TI diucapkan seperti ti dalam tidak;
Tetapi, di depan huruf hidup (vocal), TI diucapkan seperti tsi dalam gratia (diucapkan gratsia).
Huruf hidup atau vocal diucapkan seperti dalam bahasa
2. Tekanan
Tekanan diletakkan pada suku kata kedua dari akhir kata, jika suku kata itu mengandung vocal yang panjang. Kalau tekanan tidak dapat diberikan kepada suku kata yang kedua dari akhir kata, tekanan selalu diberikan kepada suku kata yang ketiga dari akhir kata. Jika kata terdiri atas dua suku kata, maka tekanan diberikan kepada suku kata kedua dari akhir kata; yang artinya tekanan diberi pada suku kata pertama.
Vokal yang diikuti oleh dua konsonan selalu diucapkan panjang.
Vocal yang diikuti vokal yang lain selalu diucapkan pendek.
ISTILAH-ISTILAH
adiectivum kata keadaan atau kata sifat
adverbium kata keterangan
casus akhiran yang menyatakan jabatan kata dalam suatu kalimat
genus jenis kata benda
genus harus diketahui untuk menentukan tasrif kata keadaan (adiectivu), yang menerangkan kata benda
ada 3 macam genus, yaitu: masculinum – feminimum – neturum
numerus jumlah; yaitu : numerus singularis (tunggal) dan numarus pluralis (jamak)
obiectum pelengkap penderita kata kerja dalam bahasa Latin
pluralis jamak; bentuk jamak harus digunakan jika jumlah kata benda lebih dari satu
praedicatum sebutan kalimat Latin
pronomen kata ganti
subiectum pokok kalimat Latin
substantivum kata bendau
singularis tunggal; bentuk singularis harus dipakai jika jumlah kata benda hanya ada satu
verbum kata kerja